Friday, March 5, 2010

Blackberry dan Tren Anak Muda

BB atau Blackberry merupakan tren HP saat ini yang menjadi ajang gaulnya anak muda. Layanan BB messenger menjadi salah satu daya tarik anak muda dalam lebih memilih BB dibandingkan merk HP lainnya. Bagaimana tidak? Layanan BB messenger bisa mudah dilakukan dengan TANPA biaya dan lebih mudah ketimbang kita harus mengsms orang atau bahkan online yahoo messenger, MSN. Namun, jika dilihat dari masa sekarang ini, bagaimana?

Blackberry sendiri sebenarnya adalah handphone yang fungsi dan daya gunanya diperuntukkan bagi kalangan pebisnis agar memudahkan komunikasi bisnis yang lebih cepat. Namun, di Indonesia justru dipersalahgunakan. BB lebih sering dipakai oleh kalangan muda, tetapi tidak menutup kemungkinan pada kaum orang tua. BBM (blackberry messenger) lebih sering digunakan untuk, pacaran, berteman, sosialisasi, ketimbang fungsi dasar sebelumnya yaitu untuk bisnis.

Kini BB menjadi sebuah tren baru bagi masyarakat Indonesia. Seseorang tidak dikatakan gaul jika tidak memiliki BB. BB menjadi sebuah ajang gengsi bagi para kaum remaja.
"Ini lifestyle kita cooy!"
itulah perkataan yang muncul dari salah seorang pemilik BB. Dengan mengagung-agungkan BB, maka handphone merk lain, sempat tenggelam ketenarannya.

Namun kemunculan BB mengakibatkan kemunculan HP-Hp tiruannya. Kebanyakan diproduksi dari Cina, dan memiliki interface yang mirip sekali dengan Blackberry. Tingginya tingkat replika-replika BB, untuk saat ini tidak mempengaruhi daya jual BB di Indonesia. Masih saja ada banyak yang membelinya.


Seiring berjalan waktu, teknologi-teknologi merk HP lain pun diperbagus untuk mengalahkan BB, iphone dengan multimedianya, sony ericsson yang memperbagus kualitas kameranya, nokia yang semakin membuat ide-ide baru, samsung dengan teknologi canggihnya, dan masih banyak lagi. Semua menambahkan fitur untuk mengalahkan kepopuleran BB.



Secara kasat mata, ada dampak negatif dari penggunaan BB. Dengan didukungnya internet 24jam dari providernya, BB menjadi handphone dengan daya guna yang lebih. Orang bisa lebih mudah mengakses Facebook, Twitter, Yahoo! Messenger, dan lain-lain. Hal tersebut bisa memperlihatkan dampak autisme. sesorang terus saja berpagut dengan BB nya jika dalam satu tempat. Mengurangi tingkat sosialisasi yang seharusnya terjadi. Berjalan pun masih saja melihat BB nya, tanpa memperdulikan yang ada di depannya.

Indonesia sedang dilanda krisis. Kita semua tahu Indonesia kini mulai meninggikan harga-harga barang, layanan, atau jasa yang menjadi komoditas utama di Indonesia. Dimana mencari pekerjaan dengan gaji besar, sulit. Dimana menabung uang itu bukan hal yang mudah. Di sanalah, orang-orang mulai berpikir ekonomis. Di sana jugalah, orang-orang melirik merk handphone yang memiliki layanan messenger nya sendiri. Ya! Blackberry..

Setujukah anda bahwa BB merupakan dampak dari krisisnya Indonesia?

No comments:

Post a Comment