Saturday, March 6, 2010

Logika vs Perasaan


Lelaki dan wanita ibarat logika dan perasaan, yang dimana keduanya sulit untuk bersatu. Saya berkata 'sulit' bukan tidak bisa. Mengapa? Karena ada saatnya logika bisa bersinggungan dengan perasaan.

Mengapa lelaki diibaratkan dengan logika sedangkan wanita dengan perasaan? Karena itulah isi otak, mental, dan hati dari masing-masing jenis kelamin tersebut yang dapat menentukan sikap apa yang semestinya mereka lakukan jika saling bertemu dan berhubungan.

Logika dimana hanya mengatakan dua sisi, yes or no, right or wrong, take it or leave it, dan masih banyak lagi (tentunya yang hanya terdapat dua opsi di dalamnya). Dimana logika adalah premis-premis yang bersatu menjadi sebuah kesimpulan yang tidak dapat digoyahkan meski dengan perasaannya sendiri.

Berbeda dengan perasaan. Dimana ketika ia memutuskan untuk berkata 'ya' atau 'tidak', ia akan memikirkan kembali hal yang sudah diputuskan itu, dengan melihat perasaannya kembali. Perasaan ini tidak hanya perasaan pribadinya, namun perasaan orang yang akan menghadapi keputusannya. Di sinilah letak ketidakseimbangannya sehingga mengakibatkan wanita terkadang berada di bawah pria. (tidak bermaksud menyinggung perasaan wanita, namun saya justru akan menjunjung tinggi dalam bacaan selanjutnya) Perbedaan yang sangat tegas itulah yang dapat mengakibatkan mereka sulit untuk bersatu, karena logika tidak dapat bercampur dengan hati dan begitu pula perasaan, tidak bisa sikap kita menentukan ya atau tidak jika perasaan tidak mendukung. Perbedaan inilah yang harus saling dipenuhi antara sepasang pria dan wanita yang akan memadu kehidupan.

Contoh konkritnya, kasus pemutusan hubungan yang dilakukan remaja cowo dan cewe. Saya akan menjabarkannya dengan tahap-tahapnya:
1
. Hubungan cowo dan cewe ini sudah berlangsung lama. Mereka sudah memadu kasih dengan setinggi-tingginya, seromantis-romantisnya. Hingga pada satu titik jenuh yang dialami cowo.

2
. Si cowo bosan dengan hubungannya dengan cewenya. Cowo mulai melakukan penjauhan diri dari si cewe (dalam pikiran cowo, cewe pasti bisa lebih bisa menerima putus yang tidak langsung putus, tetapi dimulai dengan peregangan hubungan)

3
. Si cewe akan berusaha membetulkan hubungan dengan cara apapun. Mengapa??


Sebelum kembali ke tahap selanjutnya, kita membahas dahulu bagaimana perasaan masing-masing jenis kelamin terhadap lawan jenisnya. Berdasarkan penelitian, rasa cinta lelaki terhadap wanita yang dicintainya berada di kisaran awal 100 hingga 0. Maksud dari pernyataan ini adalah, ketika lelaki berusaha mendapatkan cinta wanitanya (pendekatan), lelaki akan berusaha semaksimal mungkin mengagung-agungkan wanitanya karena saat itulah saat dimana lelaki memiliki angka 100 untuk pasangannya. Seiring berjalannya hubungan, nilai angka akan berubah hingga menjadi nol. Di sanalah titik jenuh lelaki pada hubungannya. Sementara wanita, rasa cintanya berkisar dari 0-100 (kebalikannya). Ketika wanita didekati oleh pria, tentunya ia belum sepenuhnya yakin bahwa ia cinta padanya, disanalah angka 0 itu ada. Hingga berjalannya suatu hubungan yang lebih jauh, dimana lelaki meninggi-ninggikan wanitanya. disanalah perasaan wanita bisa mencapai angka 100. Di sanalah sebab dari mengapa cewe selalu berusaha membetulkan hubungan dengan cara apapun hingga akhir hubungannya..

4
. Cowo akan berpikir, "percuma, mau segimana-gimananya kamu ke saya, saya tidak akan mencintai kamu lagi, toh saya sudah bosan dengan kamu!"
(logika yang tidak dapat melawan perasaan sudah terlihat)

5
. Hingga akhir hubungan, yang akan menderita adalah pihak wanita karena perasaannya seakan dikalahkan oleh logika cowonya yang tidak dapat di ubah dengan cara apapun.


Dari contoh di atas, bisa dilihat bahwa, ketika lelaki memutuskan sesuatu, ia tidak akan perduli sekelilingnya dan akan berbuat sesuai keputusannya, sedangkan wanita tidak akan selalu setuju terhadap keputusan awal lelaki dan selalu mengedepankan perasaannya terlebih dahulu.

Terlihat bukan bagaimana sulitnya menyatukan logika dan perasaan? Untuk dapat menyatukannya, mungkin bisa lebih memperdalam perkenalan awalnya. Kenalilah dulu siapa yang akan di dekati dan yang mendekati dengan lebih dalam untuk memulai suatu hubungan. Sesungguhnya menyatukan kedua hal tadi merupakan hal yang sulit.

Dari post ini, saya hanya ingin menghimbau khususnya bagi kaum wanita. Mau bagaimana pun, hubungan selain dari pernikahan adalah hubungan yang rentan. Anda bisa dengan mudah disakiti terus-menerus oleh pria yang belum tentu menjadi pendamping hidup anda. Terkadang logika akan selalu menang melawan perasaan. Maka, jagalah perasaan anda untuk lelaki yang memang benar-benar logikanya bisa menyatu dengan perasaan anda.

Bercinta = Sehat!


Bercinta? Apa itu?

Di Indonesia, sebenarnya (seharusnya) bercinta hanya diperuntukkan bagi mereka-mereka yang sudah menikah. Dimana setiap pasangan yang baru menikah, pasti akan melakukannya. Namun, tidak terkecuali pada remaja yang sedang di mabuk asmara, karena mungkin pergaulan yang sudah semakin mengambil budaya barat pada saat ini. (Saya tidak bermaksud memberikan argumen berdasarkan perseorangan, namun berdasarkan mayoritas)

Saya pernah membaca dalam satu artikel berita yang mengatakan bahwa bercinta itu menyehatkan loh! Faktanya, selain membuat anda dan pasangan anda semakin dekat, bercinta dengan pasangan anda dapat menghambat pertumbuhan sel-sel kanker dalam tubuh. Selain itu, orang yang sering bercinta dengan sedikit 'nakal', akan menjadi lebih ramping (tubuhnya) dibandingkan dengan orang yang tidak pernah bercinta. Bagaimana tidak? Penelitian mengatakan bahwa bercinta dapat membakar 50-60 kalori setiap kalinya.

Penelitian juga mengatakan bahwa minimal bercintalah dengan pasangan anda selama kurang lebih 30 menit dan usahakan teratur dalam tiap bulannya. Hal ini dapat membuat anda dan pasangan anda merasa dekat. Walaupun hanya di sela-sela kesibukan, sisakanlah 30 menit untuk bersama pasangan anda. Tentunya akan lebih mempererat hubungan dan menyehatkan badan!

*Blogger tidak bermaksud mempersuasi orang yang masih di bawah umur dan belum menikah untuk melakukan yang namanya 'bercinta'.

Friday, March 5, 2010

Blackberry dan Tren Anak Muda

BB atau Blackberry merupakan tren HP saat ini yang menjadi ajang gaulnya anak muda. Layanan BB messenger menjadi salah satu daya tarik anak muda dalam lebih memilih BB dibandingkan merk HP lainnya. Bagaimana tidak? Layanan BB messenger bisa mudah dilakukan dengan TANPA biaya dan lebih mudah ketimbang kita harus mengsms orang atau bahkan online yahoo messenger, MSN. Namun, jika dilihat dari masa sekarang ini, bagaimana?

Blackberry sendiri sebenarnya adalah handphone yang fungsi dan daya gunanya diperuntukkan bagi kalangan pebisnis agar memudahkan komunikasi bisnis yang lebih cepat. Namun, di Indonesia justru dipersalahgunakan. BB lebih sering dipakai oleh kalangan muda, tetapi tidak menutup kemungkinan pada kaum orang tua. BBM (blackberry messenger) lebih sering digunakan untuk, pacaran, berteman, sosialisasi, ketimbang fungsi dasar sebelumnya yaitu untuk bisnis.

Kini BB menjadi sebuah tren baru bagi masyarakat Indonesia. Seseorang tidak dikatakan gaul jika tidak memiliki BB. BB menjadi sebuah ajang gengsi bagi para kaum remaja.
"Ini lifestyle kita cooy!"
itulah perkataan yang muncul dari salah seorang pemilik BB. Dengan mengagung-agungkan BB, maka handphone merk lain, sempat tenggelam ketenarannya.

Namun kemunculan BB mengakibatkan kemunculan HP-Hp tiruannya. Kebanyakan diproduksi dari Cina, dan memiliki interface yang mirip sekali dengan Blackberry. Tingginya tingkat replika-replika BB, untuk saat ini tidak mempengaruhi daya jual BB di Indonesia. Masih saja ada banyak yang membelinya.


Seiring berjalan waktu, teknologi-teknologi merk HP lain pun diperbagus untuk mengalahkan BB, iphone dengan multimedianya, sony ericsson yang memperbagus kualitas kameranya, nokia yang semakin membuat ide-ide baru, samsung dengan teknologi canggihnya, dan masih banyak lagi. Semua menambahkan fitur untuk mengalahkan kepopuleran BB.



Secara kasat mata, ada dampak negatif dari penggunaan BB. Dengan didukungnya internet 24jam dari providernya, BB menjadi handphone dengan daya guna yang lebih. Orang bisa lebih mudah mengakses Facebook, Twitter, Yahoo! Messenger, dan lain-lain. Hal tersebut bisa memperlihatkan dampak autisme. sesorang terus saja berpagut dengan BB nya jika dalam satu tempat. Mengurangi tingkat sosialisasi yang seharusnya terjadi. Berjalan pun masih saja melihat BB nya, tanpa memperdulikan yang ada di depannya.

Indonesia sedang dilanda krisis. Kita semua tahu Indonesia kini mulai meninggikan harga-harga barang, layanan, atau jasa yang menjadi komoditas utama di Indonesia. Dimana mencari pekerjaan dengan gaji besar, sulit. Dimana menabung uang itu bukan hal yang mudah. Di sanalah, orang-orang mulai berpikir ekonomis. Di sana jugalah, orang-orang melirik merk handphone yang memiliki layanan messenger nya sendiri. Ya! Blackberry..

Setujukah anda bahwa BB merupakan dampak dari krisisnya Indonesia?

Pandangan Generasi Muda?

Indonesia pada saat ini sedang dilanda dengan sebuah krisis yang sangat meresahkan rakyatnya. Bagaimana tidak? Seluruh bidang, baik politik, hukum, ekonomi, kesejahteraan, dan lain sebagainya tidak menjadi fokus utama para pemegang kekuasaan.

Bisa kita lihat bagaimanakah suatu kasus hukum, yang tidak ada lagi keadilan yang dijunjung tinggi. Keadilan hanya didapat oleh mereka yang memiliki kekuasaan dan harta yang lebih banyak. Hakim disuap. Jaksa disuap. Siapa lagi yang bisa kita percaya untuk bisa menegakkan keadilan di tanah air kita ini? Apakah sudah tidak ada lagi?

Politik Indonesia pada saat ini, merupakan politik yang sedang digonjang-ganjing oleh satu kasus yang sangat berdampak besar. Berbagai upaya dilakukan, membentuk Pansus lah, apa lah.. Semua hanya untuk menyelesaikan satu kasus. Padahal disamping itu, banyak yang bisa diurusi negara agar menjadi lebih baik. Mungkin kesejahteraan rakyatnya.

Suatu hari saya bertanya pada seorang wanita muda yang kebetulan pembicaraan saya sedang meluncur ke arah situasi politik kita saat ini.
A=saya
N=wanita muda

A: mungkin seharusnya memang salah satu pemimpin negara kita harus mundur.
N: ngga looh, sebenarnya memang masalah dana kampanye itu memang ada aliran dana gelapnya, tetapi memang kemarin terjadi kesalahan yang besar sehingga berdampak masalah yang besar. Seharusnya memang pemimpin yang sekarang dipertahankan saja selama lima tahun, kita lihat perkembangannya.
A: tetapi bila dilihat lagi, kapan Indonesia bisa berubah jika terus menerus seperti itu?
N: Indonesia itu pada dasarnya memang suatu negara yang begitu, politik kotor lah, dana gelap pada kampanye presiden. memang sudah tidak bisa dibagaimanakan lagi.
A: kenapa sih orang seperti anda yang masih muda, bisa berpikir seperti itu? menurut saya mungkin jika ada orang yang benar-benar bisa mengendalikan negara, turunkanlah pemimpin yang sulit dan tidak bisa mengendalikan negara. mengapa mesti dipertahankan?
N: ya itu hanya sebuah kemungkinan kan? bagaimana jika ada makzul dan pemimpin yang baru tidak lebih baik daripada yang lama?
A: mengapa anda pesimis begitu sih?
N: memang pada dasarnya Indonesia adalah negara yang sudah bobrok dari awalnya. sulit untuk dibenahi lagi. jadi percuma mau menurunkan pemimpin dan menaikan pemimpin lagi.


A: terus, apakah demo mahasiswa dimana-mana pada saat ini tidak akan menjadi masalah yang berlarut jika pemerintahan seperti ini terus dilaksanakan? Cobalah, berpikir positif tentang negara. saya percaya bahwa indonesia pasti bisa lebih baik ko. Indonesia mungkin merupakan negara yang memang lahir bukan dari keinginan sendiri, namun dorongan dan paksaan. Sehingga Indonesia sulit untuk bersatu. tetapi, akankah suatu kemustahilan bahwa Indonesia bisa menjadi lebih baik dari sekarang? ~

Yang saya lihat dari pembicaraan di atas adalah, bagaimana sikap seorang pesimistis generasi muda terhadap masyarakat. Saya mohon maaf, tidak bermaksud offense terhadap kinerja pemerintah sekarang, tapi yang mau saya angkat di post ini hanyalah, pandangan sikap generasi muda pada zaman sekarang. Apakah sikap seperti itu yang bisa mengubah Indonesia? Anda setuju dengan yang mana? Optimis bahwa Indonesia bisa berubah, atau sebaliknya? Sekali lagi, mohon maaf, tidak bermaksud melakukan offense pemerintahan.